Tiada hari-hari tanpa menulis. Setiap menit, setiap jam, dan hari semua waktu banyak terpakai untuk menulis. Entah menulis artikel, esay, atau sekedar luapan emosi. Gua dan menulis seperti, junkie yang tak bisa jauh dari Acid. Menulis itu narkotika bagi ku.
Dalam kondisi apapun selalu ada perasaan ingin menulis. Bahkan dalam kondisi setengah sadar akibat substansi alamiah pun demikian. Semacam ada kebiasaan yang hilang bila melewati hari tanpa menulis, entah menulis di blog, tembok, ataupun secarik kertas.
Menulis-pun biasanya lebih produktif dikala suasana melankolia. Sudah ketebak isinya seperti apa, pastinya. Walaupun kadang, setelah dibaca ulang dapat malu sendiri dan "Anjis, ko gua lebay begini yah. Sok Rangga AADC banget". Tapi menulis adalah pelampiasan teraman disaat kondisi semacam itu. Bahkan lebih ampuh dari mengkonsumsi beer dalam jumlah yang banyak. Jelas saja, menulis itukan sudah diibaratkan narkotika, jadi jika disandingkan dengan beer jelas tak tak ada apa-apanya. Hehehehe... Tapi serius! Ketika mendadak hati sedang mengharu biru, yah pelampiasan terbaiknya dengan menulis bahkan narkoba dalam arti sebenarnya pun tak ada apa-apanya.
Selain sebagai pelampiasan menulis pun dapat menjadi bahan introspeksi yang ampuh. Hari ini menulis dan kemudian seminggu kemudian di baca ulang, jadi kita bisa melihat ada sesuatu yang salah sama kita di beberapa hari kebelakang. Namun ketika saat membaca kita sudah mendapatkan solusinya, ujung-ujungnya yah tersenyum malu sendiri.
Maka mulailah menulis tentang apapun yang ada dipikiran kita. Tanpa perlu peduli soal orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar