Selasa, 10 November 2015

Sudah sejak SMA saya mengaggumi sosok Tan Malaka yang kontroversional dan membaca Madilog bersi pdf yang saya dapatkan dari salah satu website marxis -faktanya saya belum selesai membaca madilog hingga sekarang. Bagi saya Bung Tan adalah sosok yang paling rock 'n roll. Sebabnya, pemikirian beliau diluar dari pemikiran orang-orang zamannya. Dia memiliki kemiripan dengan komunisme namun menolak dikatakan bagian dari PKI pun komunis itu sendiri. Beliau pun tidak serta merta berada dalam satu barisan pemerintah, walaupun secara tidak langsung Bung Karno menaruh hormat padanya. Bung Tan tidak ada dikeduanya, ia ada dipinggiran, duduk santai, berpikir, dan mengamati dua golongan yang ada di hadapannya.

Bung Tan adalah pribadi yang hebat, ia berkali-kali merasakan bangku kuliah taraf internasional di berbagai negara. Kerennya, tidak semua ia selesaikan. Baginya pemikiran jauh lebih penting daripada gelar itu sendiri. Masyarakat lebih mengapresiasi pemikiran ketimbang gelar. Ia rela tidak mendapatkan gelar, asal dapatkan ilmunya dan bisa disumbangkan untuk kemajuan bangsanya.

Bahkan Bung Karno pun mengakui kapabilitas pemikiran Bung Tan. Hingga Bung Karno merasa perlu untuk menawarkan jabatan presiden padanya. Kerennya lagi, Bung Tan adalah orang yang tidak memerlukan kekuasaan. "Saya tidak ingin kekuasaan. Selain itu, seluruh hidup saya tercurahkan untuk pemikiran," kata Bung Tan.

Sayangnya beberapa orang dalam pemerintahan juga komunisme, menganggap pemikiran Bung Tan terlalu radikal. Sehingga dalam sisa hidupnya selalu diburu dan terus berkelana dengan nama samaran. Suatu indikasi yang menunjukan bahwa hidup Bung Tan tidak aman sama sekali. Sampai sekarang tidak ada yang tau kapan dan dimana ia meninggal.

Satu tokoh, guru bangsa, juga founding father yang saya kagumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar