Beberapa jam ke depan rakyat dunia akan sama-sama menyambut pergantian tahun dari 2014 ke 2015. Semua orang sudah siap dengan rencananya malam ini: ada yang memilih berdua dengan kekasihnya, keluarga, teman, bahkan sendiri. Ada yang sedang berburu terompet atau petasan, ada yang sedang dalam perjalanan ke suatu tempat, ada yang memanjakan diri di rumah, dan ada pula yang sedang tergesah-gesah dengan tugas kuliah. Untuk yang terakhir, saya berada di sana.
Semua orang sibuk mengupdate persiapan, sebagiannya lagi bingung mau kemana, para jurnalis musik sibuk menentukan album lokal dan internasional apa yang terbaik selama setahun ke belakang, jurnalis tv sibuk merangkum kejadian penting selama setahun, paranormal sibuk dibanjiri pertanyaan tentang "bagaimana gambaran kehidupan di 2015 ?" oleh wartawan infotaiment, sebagain dari kita sibuk dengan resolusi, dan saya sibuk dengan diri sendiri yang merintih karna tugas juga rindu keluarga. Tahun kemarin masih merayakannya bareng-bareng. Untuk tahun ini, tidak. Tapi tak apalah, libur UAS nanti semua akan terbayar.
Hari ini saya mengerjakan tugas MPK dengan tidak begitu maksimal, hanya menambahkan beberapa landasan teori sisanya malah mengedit tugas video multimedia. Rayi datang untuk mengambil video perjalanan kita ke Papandayang yang akan ia gunakan sebagai tugas dan mengajak saya untuk camping ke Munara. Tapi saya tolak karna ada janji meliput dengan Pipit. Sebenarnya tergiur sekali untuk ikut, tapi saya tidak mau mengakhiri tahun ini dengan ingkar janji.
Tommy meminta untuk membuat list tentang album lokal dan internasional terbaik selama 2014 versi saya untuk Warn!ng Magazine. Tapi saya cuma membuat list 10 album lokal terbaik. Sejujurnya, membuat list seperti itu adalah perkara yang tidak mudah terlebih Tommy meminta hari ini. Dengan gegabah saya membuat list, hanya lokal saja, setahun ini saya tidak banyak mengikuti perkembangan musik Internasional kecuali yang disajikan melalui media massa.
Sembari menunggu hujan yang beringas perlahan redah, saya takjub dengan setahun ini. Diluar pencapaian apa yang saya dapatkan secara mudah, yah saya menjadi pemimpin redaksi, menang lomba poster HAM, tanpa usaha yang keras. Bahkan untuk menjadi PemRed, saya tidak usaha sama sekali, oh bahkan saya tidak menginginkannya. Hal lucu yang terjadi pada tahun ini. Diluar semua itu, saya takjub dengan diri saya yang menjadi 'Mendadak Rantau' efek dari keluarga pindah ke Garut dan harus tinggal di rumah nenek. Takjub karna meski awalnya terasa susah menjalaninya, tapi sekarang saya masih bisa menulis blog ini dalam keadaan sehat (walau bobot tubuh saya menurun).
Tahun ini pula saya dihadapkan pada pilihan, kali ini persoalannya asmara. Meski ini blog pribadi dan belum tentu juga ada yang membacanya, entah saya masih terlalu risih untuk menuliskan hal ini. Mungkin lain waktu, jika saya ingin maka akan saya tulis.
Bicara soal resolusi untuk tahun Depan. Tidak ada. Saya cuma ingin terus bersemangat menjalani kehidupan fana ini, seperti doa-doa dalam sholat saya yang jarang dilakukan, yah saya cuma mau diberikan semangat oleh Allah. Saya tak mau menjadi pribadi yang manja dihadapannya, biarkan-lah tugas tuhan hanya menentukan lahir dan mati saya saja. Selebihnya biarkan saya yang memilih-memperjuangkannya sendiri.
Tahun depan saya punya rencana untuk melakukan touring bersama CBA, teman-teman dari Durga menawarkan bareng untuk tour ke Jogya, Kediri, Malang, lalu Bali pada April/Mei. Saya sih ingin, tapi lihat nanti. Takut terbentur sama tugas di kampus dan Aspirasi.
Hujan diluar masih terus menghujam daratan, sedangkan sekarang sudah hampir pukul 6. Semoga hari terakhir ditahun ini, tidak saya lewati dengan ingkar janji.
Selamat datang 2015. Saya selalu siap dengan apa yang akan kamu berikan besok. Mari berbahagia!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar