Sepertinya raga ku terhempas dari orbit nurani. Semenjak para nabi mencoba berkoalisi pada tirani. Aku pun menjadi tau bahwa malaikat kematian terus mengintai. Sehingga tidak ada jeda bernafas yang cukup panjang. Aku pun tau, siapa diri ku sekarang, tak lebih dari skrup industri. Serupa robot Jepang dengan kadar kemiripan menyerupai manusia. Tuhan telah mati, tapi aku percaya bahwa ia tetap hidup dalam sanubari. Walaupun ribuan algojo mencoba membunuhnya dalam beratus-ratus kesempatan sarat akan metode mutakhir. Tapi aku percaya bahwa ia tidak akan pernah mati. Adzan berkumandang namun gaungnya tetap kalah dari repertoir anyar Pink Floyd yang mengawang. Aku tak rela mati dalam kehampaan, terlebih tanpa adanya senyuman tulus. Sebab hidup adalah permainan, aku tak ingin mengalah. Sebab hidup adalah panggung drama, aku tak ingin menyesal dalam ketiadaan peran.
Amor-fati!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar