Jumat, 31 Agustus 2012

Salahkah Adit Mendengarkan Lagu Dewasa ?

Menoleh kembali kemasa kecil dulu. Mengingat musik apa yang dulu pernah singgah ke telinga gua. Nama-nama seperti Bonda Prakoso, Trio Kwek Kwek, Agnes Monica, Eno Lerian, Cindy Cenora, Joshua Suherman, Maissy, hingga Sherina sempat menjadi idola sewaktu kecil. Dan acara-acara seperti Ci Luk Baa dan Tralala-Trilili pun menjadi acara tv favorit semasa itu. Kurang lebih itu semua terjadi dalam periode pertengahan 90 sampai awal 2000.

Seketika itu juga, gua teringat dengan Adit, adik laki-laki gua satu-satunya dan paling bungsu. Ia lahir diawal tahun 2000-an. Dan kini ini berusia kurang lebih delapan tahun. Mencoba membandingkan situasi yang pernah gua alami dengan yang sekarang ia alami. Kalau dari umur lima sampai delapan tahun gua masih sering disuguhkan dengan musik-musik anak anak, Adit justru sedikit atau jauh berbeda dengan apa yang gua alamin waktu kecil. Dia lebih cenderung hafal lagu lagu dari band-band pop dewasa lokal seperti ST12 dan beberapa boyband/girl band seperti Sm*sh, Cherrybelle, bahkan Coboy Junior (ngomong-ngomong Coboy Jr. itu terkategorikan dewasa atau anak-anak sih?). Perihal tontonan pun ia lebih familiar dengan Dahsyat dan acara sejenisnya.

Adit In Action

Wajar apabila Adit lebih cenderung suka dengan musik dewasa ketimbang anak anak. Kembali lagi menengok masa kecil gua dulu(era 90-an) yang kaya akan penyanyi-penyanyi cilik yang tak sedikitnya berhasil merebut hati gua dan teman-teman se-angkatan. Meski pada waktu itu gempuran band-band dewasa berjalan bersamaan dengan musik anak-anak tapi tetap anak-anak masih punya porsi nya tersendiri untuk hal itu. Tidak seperti saat ini, dimana pasar musik Indonesia sendiri sedang banyak mengalami kontradiksi bahkan beberapa pakar serta pemerhati musik mengatakan era musik Indonesia saat ini mengalami penurunan kualitas. Pasar masih didominasi oleh musik pop yang itu itu saja. Alih-alih bicara soal membangkitkan musik anak, selera saja masih dikontrol para pembisnis yang tak ingin tau menahu soal penikmat musik itu sendiri. Media pun ikut ambil dalam fenomena ini, sedikitnya porsi dalam menayangkan program program acara yang sarat akan anak-anak turut ambil bagian dalam minimnya anak-anak menggemari yang notabene tercipta khusus untuk kalangan mereka. Cenderung lebih sering menayangkan sinetron dan acara musik dewasa.

Jelas sudah kenapa sekarang Adit atau mungkin anak-anak sepantarannya sulit atau asing apabila mendengarkan lagu lagu anak-anak. Faktor lainnya mungkin terletak pada tidak ada lagi orang yang berani menciptakan lagu anak anak tanpa peduli laku dipasaran ataupun tidak seperti A.T. Mahmud dan Ibu Sud. Sekalipun ada, jarang sekali yang mengena dengan dunia anak. Memang disisi lain, banyak yang mengatakan bahwa menciptakan lagu anak tak semudah menciptakan lagu untuk orang dewasa.

Sekarang bicara musik, bicara juga urusan isi perut, "apakah bisa musik kita mengisi perut kita juga ? Jika tidak, yah tinggalkan dan carilah yang bisa mengisi perut" kasarnya seperti itu. Para pihak produser pun selaras, mereka tidak berani mengambil resiko perusahaan rekamannya bangkrut begitu saja karna mengorbitkan penyanyi cilik dengan konten lagu anak. Meski sekarang ini muncul nama-nama seperti Umay, Cinta Kuya, atau yang paling terbaru Afiqah. Tetap saja glory lagu anak di tahun 90-an belum bisa kita dapatkan kembali.

Gua disini takkan bicara dampak apa yang disebabkan dari fenomena seperti ini yang dialami oleh anak-anak dalam takaran global, karna gua tidak ingin merasa seolah-olah gua yang paling tau akan psikologi seseorang karna sesuatu. Tapi jika meilhat Adit, yang notabene setiap hari gua temui dan berinteraksi secara intens. Dampak yang ditimbulkan dari lebih seringnya mendengarkan musik dewasa adalah ia lebih dulu bisa bilang "I miss you", "Aku cinta kamu", dan sejenisnya dalam umurnya yang masih delapan tahun ketimbang gua pada waktu seumur dia. Tapi dampak lain yang ditimbulan adalah Adit pernah kepergok gua tengah mengarang lagu cinta dengan tatanan kata yang kadang terdengar absurd, jika seperti ini bisa dibilang dampak negatif atau positif ? Dan ajaibnya, belum lama ini ia berhasil mengarang lagu tentang tema lingkungan yang berhasil direkam melalui ponsel ibu gua yang lagi lagi dinyanyikan sesuai kepolosan anak sekecil itu dan tentu kadang absurd (mungkin pada kesempatan lain, video tersebut akan gua upload ke Youtube). Semua itu kadang ia lakukan disela-sela menyanyikan tembang-tembang hits milik ST12, Wali, Ayu Ting Ting, dan yang paling baru ini ia menyanyikan tembang milik Coboy Junior yang sepenggal liriknya (kurang-lebih) seperti ini, "Bidadari jatuh dari..bla..bla.." gua kurang tau lagi kelanjutannya seperti apa.

Kalau boleh jujur, dalam hal ini, orang tua juga berperan penting. Jarangnya Adit dibelikan lagu anak oleh orang tua bisa menjadi alasan kenapa Adit lebih sering menyanyikan lagu Coboy Jr. ketimbang menyanyikan lagu anak anak.

Kamis, 30 Agustus 2012

5 Video Pencegah Kantuk

Hey..hey..hey.. Malam semua. Sejenak menengok waktu pada pinggiran kiri bawah laptop yang menunjukan pukul 1:05AM. Dipertengahan waktu menuju pagi ini, gua sedikitnya ingin memberikan lima video yang pastinya membuat mata kita sedikit tertahan dari rasa ingin terpejam.

Yah, kalau kita sudah mengakali diri untuk tetap terjaga dengan secangkir kopi hitam hangat, beberapa batang rokok, sekoteng, atau browsing sana-sini, atau bahkan melancarkan modus mencari pasangan(mungkin). Tidak ada salahnya juga untuk mulai membuka Youtube. Dan menikmati ke lima video yang akan gua sajikan berikut ini.

Mengenai ke lima video yang akan gua sajikan. Mungkin memang tidak memiliki zat kafein ataupun nikotin. Atau memiliki kesamaan tema dengan suasana saat ini (baca: malam hari). Beberapa diantara kelima video memiliki kontruksi musik yang cenderung akan membuat kita tertidur tapi disisi lain memiliki konsep videografi yang sayang apabila dinikmati dengan mata tertutup. Gua bukan pakar videografi, jadi kelima video ini gua ambil menurut perasaan pribadi. Mari disimak!

01. Amanda Palmer and the Grand Theft Orchestra - Want It Back


Di Youtube kita akan mendapatkan dua video ini hadir dalam dua versi yakni versi sensor dan tanpa sensor. Saran gua, lebih baik melihat versi yang tanpa sensor. Karna kenapa, karna dengan melihat versi tanpa sensor dimana tidak ada titik-titik yang di blur mode. Estetika pada video ini akan nampak jelas. Dan detail-detail yang ditampilkan pun semakin sedab dipandang dan akan menjadi jaminan untuk tidak cepat kantuk.

Oh iya, di lagu kali ini aroma The Dresden Dolls terdengar jelas tidak seperti biasanya dimana Amanda Palmer lebih banyak bermain dengan musik yang dihasilkan melalui ukulele miliknya.

02. Lady Gaga ft. Beyoncé - Telephone


Ada dua scene yang membuat mata gua melek saat nyimak video penyanyi yang konsernya dilarang di Indonesia ini, satu, waktu menit-menit awal dimana Lady Gaga masuk sel kemudian berjalan ke arah telephone dengan menggunakan jaket kulit penuh spike ala para crusties dan melihat patch Doom tertempel dibagian samping depan dan back-pacth Cicle A dibagian belakang jaket. Sebenernya jaket kuliat penuh spike dan dua patch itu yang membuat gua heran dan bertanya "Kenapa pake jaket kulit full spike dengan dua patch yang identik dengan hardcore punk scene ?". Kedua, scene saat Gaga sudah bertemu Beyonce. Dimana setelah itu banyak kejutan-kejutan yang akan kita temui dan pastinya tak akan terpikirkan sebelumnya. Mulai dari keluar penjara-racunin semua orang di rumah makan-sampe akhirnya berhenti di washing room dengan Gaga memakai kostum bercorak Macannya.

Overall, video semacam ini membuat mata setidaknya membelalak.

03. MORFEM - Pilih Sidang Atau Berdamai


Video yang sangat kreatif dan tidak banyak makan biaya. Lihatlah, video ini tidak banyak melibatkan orang kecuali para personil bandnya tersebut dan tidak memakan tempat karna hanya dilakukan dalam satu ruangan dengan sebegitu banyaknya benda-benda.

04. Blink182 - All The Small Things


Entah kenapa gua milih All The Small Things-nya Blink182 sebagai bagian dari '5 Video Pencegah Kantuk'. Tapi, boleh dibilang video clip band terkonyol yang pertama kali gua lihat adalah video clip ini. Semacam bernostalgia semasa SMP saat memutar kembali VC ini.

05. Payung Teduh - Tidurlah


No explanation! I'm tired! Go sleep bebe :*

Rabu, 29 Agustus 2012

Mengarungi Samudra Dengan Perahu Kertas

Malam ini suasana kamar sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Selain sebuah gadget baru yang terdampar persis didepan televisi. Kondisi kamar hari ini setidaknya memiliki reputasi yang paling buruk, perihal kerapihan, dibanding hari-hari sebelumnya. Lelahnya pasca perayaan sakral umat islam: Idul Fitri, setidaknya bisa dijadikan kambing hitam atas keadaan kamar saat ini. Disamping itu semua kondisi pribadi pun sedikitnya berbanding lurus dengan kondisi kamar. Sedikit aneh perasaan tengah malam kali ini. Bukan, bukan karna perkara asmara, pertemanan, ataupun hidup. Melainkan, akibat 10 trek dalam cakram padat, dan itu-lah penyebabnya.

Berangkat lebih awal dengan membaca sebuah novel karya Dewi Lestari atau sederhananya sering kali disebut, Dee saja. Yang baru ini diadaptasi menjadi sebuah film besutan sutradara Hanung Bramantyo. Sejujurnya tak ada ekspektasi apapun mengenai film tersebut kecuali antusiasme berlebih ingin melihat Maudy Ayunda memerankan Kugy difilm itu. Ekspektasi berlebih muncul justru mengarah pada bagaimana dentuman demi dentuman yang hadir membalut film tersebut, singkatnya bagaimanakah Original Soundtrack(OST)-nya ?

Terkabarlah melalui jejaring sosial, Twitter. Bahwa CD OST.Perahu Kertas sudah bisa didapatkan disebuah toko buku terkemuka. Singkat cerita, CD tersebut-pun terdampar di CD Player. Satu hal yang baru tersadari bahwa Maudy Ayunda turut mengisi sejumlah lagu dalam OST dari film yang ia perankan. Sejujurnya, nama Maudy Ayunda lebih familiar sebagai aktris ketimbang penyanyi. Untuk ini Dee selaku penulis lirik dalam lagu-lagu yang dimana Maudy sebagai penyanyinya, menyampaikan maksud kenapa Maudy yang dipilih sebagai penyanyi dan kenapa tidak memakasi casting lain. Ternyata, semua lirik ditulis dari sudut pandang Kugy, tokoh yang diperankan oleh Maudy dalam film ini. Dengan alasan supaya lebih pas dan menyatuh dengan karakter maka Maudy-lah yang didaulat sebagai penyanyi untuk dua buah lagu dalam OST.Perahu Kertas. Keputusan tersebut berbuah manis. Salut!

Kalau boleh dibilang, salah satu poin plus pada film Perahu Kertas itu terletak pada OST-nya yang seakan mengajak kita untuk mengarungi samudra biru. Ekspektasi berlebih ini nampaknya terjawab sudah. Dan sepertinya tidak berlebihan untuk hal yang satu itu. Memutar cakram padat OST.Perahu Kertas seperti mengajak untuk mengeliling samudra biru.

Dibuka oleh Perahu Kertas. Maudy mengambil ahli departemen vokal yang liriknya ditulis oleh Dee sendiri. Seperti berada disebuah dermaga dan menunggu perahu datang yang siap membawa mengarungi samudra lepas. Itu-lah yang tergambar dalam benak seketika mendengarkan serta membaca lirik-nya. Benar, lagu ini benar-benar wajib bertugas menjadi "Perahu Kertas" yang siap membawa telinga mengarungi lagu demi lagu. "Perahu kertas kan melaju!!!"

Dendy Mike hadir dinomor kedua dengan 2 Manusia yang lagi, Dee, menulis liriknya. "Perahu Kertas" siap menjauh dari dermaga kapten! Bersiap mendayung! Nuansa musik yang masih tak terlalu berbeda dari nomor awal, membuat "Perahu Kertas" berjalan berlahan, menjauhi dermaga.

Dinomor ketiga, Maudy kembali menguasai Microphone dengan Tahu Diri. Masih Dee yang menulis lirik. Dengan alunan musik yang santai dengan iringan background vocal yang menggontai. Membuat "Perahu Kertas" berhenti ditengah perjalanannya, sekedar untuk mengawasi sekelilingnya yang sudah mulai menjauh dari dermaga.

Dayung lagi kapten! Tak usah terburu menyalahkan motor. Karna Trio Vocal 90-an, Rida Sita Dewi tengah asyik memandangi Langit Amat Indah. Suara banjo yang dihasilkan untuk lagu ini benar membuat semangat mendayung "Perahu Kertas" menggebu tanpa harus terburu-buru. Bait pertama pada lagu yang ditulis (lagi) oleh Dee, seakan menggampar pipi untuk lebih mensyukuri apa yang sudah dimiliki, "Lihatlah jauh. Sejauh batas angan mu. Apa yang kau cari. Telah kau miliki. Bersama mu tanpa kau sadari,"

Damn! Dinomor kali ini, A New World, ukulele memiliki peran penting. Dan Nadya Fatira tak kalah pentingnya dinomor yang ia tembangkan ini. "Perahu Kertas" yang bergerak perlahan melewati untaian terumbu karang yang indah dengan semilir angin laut yang teduh, rasanya ingin sekali berteriak lepas, "In This New World!!!". Dee masih menjadi orang yang bertanggung jawab menulis untaian lirik kali ini. Suara Harmonika dibalik iringan ukulele semakin melebarkan senyum ini untuk lebih sumringah menatap keindahan laut dan birunya langit.

Sejauh ini perjalanan menyusuri laut lepas dengan "Perahu Kertas" masih nampak menyenangkan. Sampai pada langit mendadak menghitam. Ombak semakin tak jelas maunya. Angin-pun serupa. Bersiaplah, karna "Perahu Kertas" akan masuk ke zona yang gelap. "Perahu Kertas" terombang ambing. Elyzia Mulachela membuat perjalanan ini sedikit berwarna, setidaknya. Dan Daniel Hartono adalah sosok yang kompeten membuat perjalanan ini sedikit terombang ambing dengan Cinta Yang Tak Mungkin. Akumulasi aksara yang suram sarat akan nafas kegundah gulanaan terbalutkan oleh nuansa musik yang semakin membuat perjalanan ini mengharu biru.

Tarik nafas panjang! Bersyukurlah. Setidaknya "Perahu Kertas" tak hancur melebur pasca melewati zone gelap nan suram. Dengan sisa-sisa energi, "Perahu Kertas" bergerak menggontai. The Triangle kini mengambil ahli lajunya dengan How Could You? Membawa "Perahu Kertas" menepi ke pulau kecil terdekat. Sekedar untuk mengisi kembali energi untuk kemudian bergerak menuju ke dermaga.

Sesampainya di pulau terdekat. Berbaringlah dihamparan pasir pantai yang nampak masih keemasan. Adrian Martadinata tau benar cara membuat penepian ini bermanfaat. Alunan suara vokal-nya yang syahduh dengan iringan musik yang lembut. Membuat tubuh rasanya nyaman berbaring dipasir. Rasanya energi ini pun kembali terisi dengan penuh semangat.

Sial, pulau kecilnya ini nampaknya terlalu indah untuk dipandang barang sejenak. Rasanya ingin lama berada disini. Menikmati sekitar yang asri dan sepertinya belum ter-eksploitasi tangan-tangan para pembisnis. Alunan tembang Tahu Diri yang digarap dengan konsep Minus One semakin membuat jiwa, raga, dan pikiran seakan memiliki daya tarik emosional dengan alam. Sembari melaju perlahan, ada baiknya sedikit bernyanyi atau mungkin humming sembari menikmati sekeliling yang luas.

Senja hampir tiba. Berlomba dengan waktu agar tak terlalu gelap sampai ke Dermaga. Perahu Kertas yang hadir dengan konsep Minus One, menghantarkan "Perahu Kertas" mengaruni perjalanan pulang, kembali menuju dermaga.

Benar perjalanan yang menyenangkan meski sempat menebarkan.

Terlepas dari fantasi diatas yang (mungkin) terlewat berlebih untuk menggambarkan kesepuluh trek dalam cakram padat OST.Perahu Kertas. Semua lirik dan aransemen musik yang ditimbulkan pada masing-masing lagu benar-benar mewakili setiap adegan dalam film. Penonton seakan dibawa turut merasakan apa yang dirasakan oleh pemain melalui musik yang menjadi backsound per-adegan-nya. Meski ada beberapa lagu yang belum muncul di film Perahu Kertas bagian pertama tapi melalui musik serta lirik lagu di OST ini, penonton seakan diberi gambaran tentang apa yang sepertinya akan terjadi pada Perahu Kertas bagian dua nanti.

Selasa, 14 Agustus 2012

Matahari Dan Bulan Atau Bulan Dan Bintang ?

Hari ini seperti hari-hari dimana semua emosi dan diri tanpa kendali terulang kembali. Dimana setiap aksara tak mampuh menyelesaikan sebuah perkara dengan baik. Dimana hanya sedikit guratan sakit pada sekujur tubuh dan berakhir dengan air mata yang mampuh menyelesaikan. Tak bosankah kita pada hal ini ? Banyak waktu yang kita buang begitu saja tanpa satu-pun proses introspeksi yang klimaks. Tak bosankah kita pada semua ini ?

Jika kamu mampuh memahami aku, setidaknya sedikit saja, mungkin hari ini takkan pernah terulang kembali. Lihat baik siapa kita sekarang, kita bukanlah kita yang empat tahun lalu bertemu dan saling berusaha untuk saling mengenal. Sudah terlampau jauh dari kita seperti saat yang lampau itu. Kita sekarang, tak ubahnya gumpalan daging yang bertindak atas amarah dan ego. Banyak waktu yang kita buang begitu saja tanpa satu-pun proses introspeksi yang klimaks. Tak bosankah kita pada semua ini ?

Matahari dan Bulan tak bersama. Tapi mampuh berguna untuk setiap nyawa di dunia. Apa kamu ingin seperti itu ? Apa kamu tidak ingin mencoba menjadi seperti Bulan dan Bintang ? Sama-sama berada dalam satu waktu dan saling membantu untuk menyinari dunia yang gelap disetiap malam.