Minggu, 20 Oktober 2013

Fuck off! Seketika gairah terhadap band durun drastis. Beberapa jam yang lalu saya baru saja menyelesaikan set bersama CBA. Dan ketika set itu selesai, anehnya saya tidak merasakan apa yang biasa saya rasakan: senang dan puas. Kali ini berbeda. Rasa senang datang justru saat saya menikmati penampilan dari band-band yang main bukan dari apa yang saya tampilkan bersama band. Cenderung lebih hambar. Entah apa yang sedang terjadi pada saya. Semoga ini hanya perasaan sesaat.

Senin, 16 September 2013

Finally, saya tumbang. Hari ini adalah hari ketiga saya merasakan tak berdaya. Waktu yang biasanya saya habiskan untuk bersilahturami dengan teman-teman kesana kemari, mengerjakan sesuatu, kini saya lebih banyak di depan tv (meskipun acaranya kadang membosankan tapi ternyata tidak semua).

Mungkin ini cara supaya saya berhenti menyibukan diri. Memang jika kilas balik, saya nyaris tak pernah diam. Apalagi jika terhitung awal September ini. Dimulai dari liputan Outbound universitas yang berlangsung selama 4 hari berturut-turut, saya langsung bergegas ke Bandung naik motor, pulangnya saya langsung kuliah, dan mempersiapkan gig untuk teman-teman dari Surabaya. Saya tidak merasakan apa-apa saat melakukan semua itu. Efeknya mungkin baru terasa saat ini. Positifnya saya jadi lebih bisa fokus beristirahat.

Terima kasih untuk mu yang menegur ku :D

Jumat, 06 September 2013

Fuck Them

Terkadang saya senang ketika mengucap "Fuck society, i hate them!". Tidak tau kenapa, terkadang saya merasa enggan dan malas untuk berinteraksi dengan semua orang, saya ingin menyendiri. Saya pikir mereka tidak pernah menganggap eksistensi saya. Saya begitu muak dengan semuanya. Saya benar-benar perlu waktu sejenak untuk menghilang guna menetralisir semua nya ini. Saya bosan berada dalam lingkup yang sama. Saya muak. Mereka pasif tapi mengharapkan aktif. Fuck y'all. Don't give me a shit. Just break your mind.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kembali Terdampar Di Persimpangan

Kebimbangan ini merasuk hingga menyumbat peredaran oksigen sehingga otak ini kian terasa pening. Berangkat dari ketidak tegasan dan embrio ke-plim planan. Kini kembali terdampar ditengah simpang jalan. Dan bingung mau kemana. Ingin sejenak merasakan ketiadaan hidup. Mungkin adalah pilihan tepat dari pada terus terdampar pada dasar kebimbangan ini. Kinerja otak kian melambat. Aliran darah serasa tak pernah jalan dan sesekali jalan namun tersendat. Saktinya terminologi karma berkecamuk dalam benak begitu lekat. Karma itu ada atau tidak sebenarnya ? sedikit risih dengan itu. Berharap karma adalah sebuah ketakutan yang di ciptakan manusia untuk menakuti manusia lainnya. Kesal mendengarnya.

Bernafas pun serasa enggan. Karna bimbang seperti asap knalpot Debora yang menyesaki dada. Bergelinjang resah membuat diri ingin merasakan punah. Apa perlu menjadi bajingan kembali untuk mengakhiri kebimbangan ini ? Jika perlu, konsekuensi adalah sesuatu yang harus di hadapi bukan hanya di terima. Lagi-lagi karma mengganjal. Karma itu ada atau tidak sebenarnya ? sedikit risih dengan itu.

Untuk kau yang tak pernah ku mengerti, ingin sekali telinga ini tak mendengar setiap bahasa yang kau lafalkan. Untuk kau yang ku duga berdarah arab, ingin sekali ku mencoba mengarungi samudra hingga kesetiga bermuda hanya berdua. Namun faktanya, kini diri justru terdampar dalam persimpangan jalan. Traffic light terus berganti warna. Namun pikiran terus saja resah. Kembali ku tanya, karma itu ada atau tidak sebenarnya ? sedikit risih dengan itu.

Jumat, 16 Agustus 2013

Untuk Kau Yang Tak Pernah Ku Mengerti Sama Sekali

Sudahlah...
Nikmati saja apa yang kau impikan dulu
Biarkan ku mengalir sebagai mana mestinya
Lepaskan semua yang belenggu jiwa ku
Demi apapun yang kita agungkan, aku lelah

Sudahlah...
Simpan semua prosa indah nan berbisa
Kubur semua rayuan manis nan menggoda
Selipkan saja harapan serta doa
Demi apapun yang kita agungkan, aku muak

Sudahlah...
Sudahlah...
Sudahlah...

Baringkan tubuh mu
Hela nafas panjang
Selamat datang di kenyataan