Senin, 18 Maret 2013

Lingkar Labirin #1

Aku ternyata seorang pemimpi ulung. Bahkan aku terjebak disana. Realita memang ku sadari ada. Tapi apakah realita ini serupa takdir ? Entahlah. Terlalu banyak berpikir negatif tentang diri sendiri, sedikit membuat depressed. Seolah-olah aku berpikir apa yang aku perbuat selama ini benar, tak jarang aku justru berpikir sebaliknya. Kompleksitas yang tinggi. Rasanya ingin aku pisahkan ruh dari raga ini. Untuk kemudian membiarkannya berjalan sendiri, aku ingin pantau siapa diri ku sebenarnya. Hahahaha, tapi mana mungkin bisa. Aku lelah mencoba-coba menjadi siapapun. Tapi terkadang menjadi diri sendiri itu tidak mengasyikan. Ah! aku memang pribadi plimplan dan tak pantas menjadi pemimpin. Lagi pula aku juga benci jadi pemimpin. Terlalu menonjol posisinya. Aku benci menjadi pribadi tersorot.

Hari ini aku sedikit melankolia. Ditambah dengan iringan musik dari Joan Baez. Aku tidak ingin beranjak cepat dari situasi seperti ini. Aku sungguh mencoba untuk menikmatinya. Karna ini salah satu fase kehidupan. Tak afdol apabila aku tidak merasakan kegamangan jiwa seperti saat ini.

Jumat, 15 Maret 2013

Energi ku belakangan ini sedang kacau balau. Sering sekali drop. Berulang kali aku harus mengkonsumsi Tolak Angin+Teh manis anget. Tetap saja badan ku cepat letih. Bahkan aku tak punya cukup energi untuk mengupdate berita terbaru dari skena punk lokal dan internasional di blogzine ku, Lemari Kota. Aku benar-benar membutuhkan orang untuk me-backup ku untuk menangani LK disaat kondisi ku seperti ini. Aku sudah selesai menulis eksplanasi lirik CBA dan sudah pula me-layoutnya. Tinggal aku print out. Sialnya, kamar ku ini seakan tak mengizinkan aku beranjak jauh darinya. Aku terlalu dimanja. Dari kemarin, aku sukses bermalas-malasan tak keluar rumah bahkan kamar. Aku sibuk membaca, menonton dvd, mendengarkan musik, menulis, dan berkhayal tentang masa depan (sesuatu yang biasa aku lakukan di saat waktu senggang).
Akhir-akhir ini mama sering cerita tentang teman-temannya yang mendua. Mecoba bermain api dibelakang para suaminya. Mama sempet bilang alasan perbuatan teman-temannya itu. Tapi bagaimana juga, apapun alasannya, tetap salah dimata ku. Aku tak benar setuju dengan perbuatan orang-orang itu. Disamping itu adalah hal yang sebenarnya aku takutkan yakni mama mengikuti jejak mereka. Tapi sejauh ini aku yakin mama bukan tipe orang seperti itu meski bagaimana pun sikap ayah ku dan kondisi keluarga ini.

Kamis, 14 Maret 2013

Aku Benci Sekitar Ku Sekarang

Mampang dewasa ini begitu membosankan sekali. Rasanya ingin ku ratakan saja jika perlu. Bagaimana tidak, daerah yang dulu ku kenal banyak diselimuti kebon-kebon hampir di seluruh sudutnya kini berubah menjadi daerah yang dipadati oleh perumahan-perumahan model jaman sekarang yang cuma ada beberapa unit saja di dalamnya. Kasian anak kecil itu, di usia ku yang sepantaran dengan mereka dulu. Aku bisa berkelana ke kebon-kebon dan bermain bola kaki di lapangan RW.06 ataupun beberapa titik lapangan yang tersebar di berbagai RW. Kini mereka harus rela bermain di pinggiran jalan raya, dalam gang, dan bermain bola di dalam ruangan dengan biaya yang perlu dikeluarkan. Beruntungnya Mampang masih punya satu lapangan, Godam. Godam sekarang pun sebenarnya membosankan. Dulu, dipinggir lapangan masih terdapat pepohonan rindang yang luas. Kini apa itu, berdiri rumah-rumah tak tau diri. Aku muak!

Waktu Untuk Bermalas Ria

Hari ini sebenarnya aku punya janji dengan Fonny untuk membicarakan proyek fanzine kita bersama Nadia dan Pepi di kampus. Sialnya, hari ini aku mendadak malas ke kampus. Aku malah streaming video klip terbarunya Morfem "180 Derajat" dan memutar seluruh album mereka. Rasanya hari ini aku ingin menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan sembari menyelesaikan hutang membaca buku, menulis eksplanasi lirik band ku, dan juga hutang men-desain lyric sheet untuk Acong. Hari ini semestinya aku kuliah. Sial, alarm yang telah ku setting tak berfungsi dengan baik. Alhasil, aku terbangun tepat pada jam kelas selesai. Sudahlah mungkin ini bagian dari takdir. Perihal Fonny, dia tadi sms ku lagi tapi tak sempat ku balas karena tak punya pulsa. Proyek fanzine ini sebenarnya kita rencanakan untuk di bicarakan Weekend lalu. Tapi, entah apa yang menyebabkan Fonny mengulur waktunya bahkan hingga kini aku yang mendadak malas.