Saya sempat menolak diri menjadi jurnalis lifestyle karena tidak lebih seksi dari jurnalis politik. Tapi lambat laun saya merasa muak dengan politik. Hanya ingin sekedar tau, paham, lalu malas terlibat di dalam pusarannya sebagai apapun.
Tapi,
Saya sekarang menjadi jurnalis lifestyle. Ini yang baik, saya pikir. Setidaknya dengan menjadi jurnalis lifestyle masalah saya cuma pada diri sendiri. Saya tidak mengurusi masalah orang lain.
Biarlah politik menjadi topik pinggiran saya. Bagaimanapun juga, tidak ingin terlibat dalam politik bukan berarti harus tidak untuk mempelajarinya juga. Sekedar tau saja.
Rabu, 15 Februari 2017
Minggu, 12 Februari 2017
Di usia yang ke 20 lebih lima ini, saya merasa bahagia karena seringnya dituduh yang macam-macam oleh orang banyak. Ada yang menuduh saya aktivis, komunis, anarkis. Ada yang menuduh saya lurus dan relijius. Ada yang menuduh saya miskin. Ada yang menuduh saya kaya. Ada yang menuduh saya music freak. Ada yang menuduh saya tak punya selera musik. Ada yang menuduh saya wartawan. Ada yang menuduh saya penulis. Ada yang menuduh saya bodoh. Ada yang menuduh saya penakut. Ada yang menuduh saya pemberani. Ada yang menuduh saya baik hati. Ada yang menuduh saya kurang ajar. Ada yang menuduh saya junkie. Ada yang menuduh saya alkohol sejati. Ada yang menuduh saya vegan.
Sejauh ini hanya segitu, seingat saya, tuduhan yang dilekatkan. Saya beruntung mendapatkan tuduhan itu. Artinya saya sempurna memainkan peranan sebagai manusia. Biarlah sejatinya diri saya, hanya saya dan si Big Boss yang tau.
Diluar sana banyak orang yang mati-matian mendapatkan pengakuan/label dari orang lain. Sementara saya justru mendapatkannya tanpa di minta sama sekali. Beruntungnya saya, bukan ?
Sejauh ini hanya segitu, seingat saya, tuduhan yang dilekatkan. Saya beruntung mendapatkan tuduhan itu. Artinya saya sempurna memainkan peranan sebagai manusia. Biarlah sejatinya diri saya, hanya saya dan si Big Boss yang tau.
Diluar sana banyak orang yang mati-matian mendapatkan pengakuan/label dari orang lain. Sementara saya justru mendapatkannya tanpa di minta sama sekali. Beruntungnya saya, bukan ?
Langganan:
Komentar (Atom)