Lagi dan lagi bumi Palestina terbakar oleh rudal-rudal Israel. Darah serta tangis dimana-mana. Nyawa tampak tak berharga. Kekalutan, rasa cemas yang tinggi, dan harapan yang tipis seperti sehelai rambut. Berbagai wujud protes meruak di segala penjuru dunia, mengecam segala aksi keji tentara Israel. Tak terkecuali di Indonesia. Kita semua yang ada di bumi pertiwi ini, larut dalam berbagai ekspresi demi mendukung saudara-saudara di Palestina. Sebagian dari kita ada yang asik mengumpat di media sosial, melakukan aksi penggalangan dana, dan sebagiannya berdoa. Yah ini semua kita lakukan bukan atas dasar agama, melainkan kemanusiaan.
Namun hal tersebut justru membuat gua heran. "Ini bukan soal agama tapi kemanusiaan!" yah gua setuju. Kamu tidak perlu menjadi seorang muslim terlebih dahulu untuk membantu Palestina yang mayoritasnya beragama Islam. Itu bagus dan memang sepantasnya begitu. Namun sepertinya pepatah: Gajah di pelupuk mata tak terlihat, semut di ujung samudra nampak jelas, itu berlaku. Belum lama ini Indonesia berduka, khususnya mereka yang tinggal di Rembang dan Karawang. Di mana, di dua kota tersebut telah terjadi aksi penolakan pembangunan pabrik yang sampai menimbulkan korban jiwa akibat ulah tentara yang membela pihak korporasi terkait. Heran ketika aksi sosial untuk Rembang dan Kerawang justru tidak sebesar aksi untuk Palestina. Bukankah mereka juga saudara kita ? Bukankah ini bukan soal agama tapi kemanusiaan ?
Gak masalah lagi sibuk dengan yang jauh, asal yang dekat jangan sampai terabaikan. Semoga kedamaian selalu bersama kita! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar